BROWN SPA

Tukang Pijat dan Gay jelas berhubungan erat!

Duh, ada yang protes kalau saya menyebut mereka sebagai  tukang pijat.  Image tukang pijat (lelaki) itu pasti berhubungan dengan sosok lelaki tua, bermuka susah, berbau balsem dan pake sarung sebagai busana khasnya. 

Hahahaha ... itu tukang pijat keliling yang biasa ada di kampung saya.  Beda dengan tukang pijat masa kini.  Tukang pijat masa kini itu tampan bak model, berbau wangi, pake cd bermerk dan pintar berpose.  Aiya ...  jadi sungguh tak pantas kalau menyebut mereka dengan sebutan tukang pijat.  Mungkin lebih keren kalau disebut  sang Therapist saja ya! 

Okelah kalau begitu, saya sebut saja mereka dengan sebutan sang teraphist.Saya melihat seorang yang (mengaku) sebagai polisi di akun twitter memasang beberapa profil para terapist. Entah apakah dia ini polisi beneran atau hanya mengaku-aku saja.  Di profilnya juga tak nampak dengan jelas mukanya. 

BROWN SPA namanya.















WOW ... benar-benar menggoda, ya!


Akbar Kurniawan

Udah lama ya nggak denger kabar Akbar Kurniawan, ya!

Setelah browsing di twitternya, ternyata karirnya semakin meroket sekarang.  Ada beberapa iklan yang di bintanginya. 

Ada iklan obat pereda influensa, Pro cold dan iklan susu Danone. 

Akbar juga mulai merambah dunia persinetronan dengan berakting di sinetron bersambung di MNC TV dengan judul "Istri yang Dikhianati"  bersama bintang-bintang yang (dulunya) keren. 

Saya sendiri belum sempat menonton sinetron ini.

Pengen tahu juga sih, bagaimana akting sang bintang idola.

Tapi ada sedikit rasa kecewa, kenapa dia mau membintangi sinetron ini.  Entah, saya selalu menganggap artis-2 yang main di MNCTV adalah artis kelas 2.  Tapi ini hanya dugaan saya saja lo! Menurutku, artis papan atas adalah artis-artis  yang bermain di RCTI, walau dua stasiun TV itu pemiliknya sama.





Selamat, Akbar!
Semoga kariermu kian cemerlang di jagat persinetronan.

Tapi ada satu hal yang mengganjal, saat Akbar dengan bangganya memasang foto personel trainnernya yang ternyata adalah seorang lelaki tua (56 tahun) dengan tubuh yang menurutnya masih lean dan sixpack.Dilatih oleh personel trainner yang seperti ini adalah hal yang menginspirasi, katanya.  Tuh, dia sendiri kan yang memotret Personel trainnernya.

Demi Tuhan ... kamu aneh, BAR!



Sebagus apapun bodynya, kalau sudah tua jelas tak bagus dan tak indah di pandang mata!  Lihat saja wajahnya yang sudah penuh keriput. Pasti tak seelok kalau kita memandang kulit-kulit pria yang berumur 20-30 tahun.

Dan jujur, saya merasa aneh saja kalau ada lelaki di atas 50 tahun berada di tempat nge-gym.

Harusnya mereka ada di rumah saja, memperbanyak ibadah, merawat cucu atau kegiatan-kegiatan yang bersifat kerohaniaan saja.  Bukannya malah exis di tempat gym.

Maaf, kalau saya salah.  Tapi itulah pendapat saya.

Atau jangan-jangan ...

Ah!  Saya terlalu bernegatif thinking tentang Akbar!


Music & Happiness



Percaya nggak kalau music itu bisa mempengaruhi hati?

Kalau aku percaya.  Percaya sekali, malah! Coba kalian chek lagu apa saja yang sering kalian putar.  Kalau daftar lagunya kebanyakan lagu melankolis, maka dijamin sepanjang hari bahkan mungkin sepanjang hidupmu bakal terlalui secara malankolis pula.  Kasihan banget, ya!

Apa salah dengerin lagu melankolis kayak:
·                Separuh aku bu Noah
·                Kesedihanku by Sammy Simorangkir
·                Merindukanmu by D’Masiv
·                Hargai Aku by Armada
·                Mati Rasa by Dewi Sandra
·                Mati Lampu by Rita Sugiarto
·                Mati-Matian by Ikke Nurjanah

Nggak ada yang salah.  Sah-sah saja, kog.  Tapi ya itu tadi, kamu bakal merasa semakin terpuruk ke lembah yang paling dalam.  Syair-syair lagu melankolis itu akan menyeret  hatimu ke jurang penderitaan yang semakin dalam.  Haduuuhhh ...  menyedihkan sekali ya!

Jadi kalau kamu pengen hidupmu happy-happy saja, turuti  saja langkah-langkahku ini ya:

Pertama,  setting saja otak, hati dan pikiranmu seolah-olah kamu ini orang paling kaya dan paling mampu sedunia.  Helooo ... itu mimpi kale!  Memang ... karena hanya dengan bermimpi hidupmu bakal lebih indah bukan?  Inget kata Mbak Agnes,”My Dream is My Live”

Aku membaca status BB Awan, temanku  di Pati,”Don’t be afraid to have a big dreams”

Of course, I’m not afraid.

Aku juga punya mimpi besar lho!  Mimpi besarku itu,”Merebut Suami Orang”.  Hahaha ... kalian pasti ketawa lebar.  Nggak papa, silakan puas-puaskan menertawakan mimpi besarku itu.  Cos menurutku pribadi merebut suami orang itu tantangannya gede banget!  Resikonya disumpahi  nggak laku tujuh turunan sama istrinya.  Mau kamu disumpahi, dikatai hingga dikutuk nggak laku-laku sampe tujuh turunan?




Kedua, pilih lagu-lagu yang  berirama riang.  Misalnya lagu Higler by Kily minogue dan bayangkan kamu itu pelacur tua tapi laris manis dan disukai banyak brondong-2 tampan.  Atau lagu Toxic by Britney, bayangkan kamu itu perempuan dewasa nan labil tapi tetep diminati para pemuda tampan.  Kamu sedang bercinta diatas pesawat dengan pemuda bertubuh sexy dan berwajah sangar macam si Henry Cavill.

Ketiga, berdandanlah untuk dirimu sendiri.  Beli baju yang agak mahalan dikit dibanding baju-baju yang biasanya kamu beli.  Pakai dan pamerkan bajumu, tubuhmu dan tingkah nakalmu di mall-mall yang banyak kucingnya.  Dijamin bakal banyak yang berdecak kagum!  *entah kagum karena heran atau karena kamu terlihat menjijikkan*

Keempat, menerima diri kamu apa adanya.  Mau kamu pendek, botak dan gendut, terima saja pemberian Tuhan itu.  Yang penting masih ada nafasnya, coy!  Mau kamu tinggi, kurus dan alay, pede aja coy ... yang penting penis kamu besar dan panjang! 

Nah cukup sekian, Tips how to live happily versi gue. 
Semoga berguna bagi para pembaca Lov’s Blog.   

Unplanning Vacation



Waktu memang cepat berlalu!

Tanpa terasa,  dua tahun sudah aku  tak melaksanakan cuti.  Dan entah, apa yang menggerakkan, tiba-tiba saja aku mengajukan cuti  selama enam hari kerja.  Alhamdulillahnya, cutiku langsung di acc sama bossku.  Mungkin beliau juga tahu, aku sudah lama tak mengambil cuti kerja.

Nah, yang jadi masalah  adalah aku benar-benar tak punya planning mau pergi kemana.

Sahabat lama, dari Jerman mengundangku ke Bali.  Dia biasa berlibur di Bali sembari mengunjungi keksihnya di kawasan Denpasar.  Beberapa kali kami menghabiskan waktu liburan bersama disana.  Harus kuakui, aku enjoy saat berlibur di Bali bersamanya.  Sepanjang hari  kami, aku, dia dan BF-nya bepergian ke seluruh pelosok Bali dengan berkendara motor sewaan seharga 50 ribu rupiah perhari.

Sangat mengasyikkan memang, tapi aku ingin suasana yang berbeda.

Ada dua tempat tujuan liburan lagi yakni Bandung dan  Jogyakarta.

Bandung itu tempat yang sangat asing buatku.   Tak pernah sekalipun aku menginjakkan kakiku di Bandung.  Aku  juga tak punya teman dekat di sana.  Ada sedikit ragu memang, kalau kita ada di satu tempat yang baru.  Tapi aku yakin, aku bisa dan sanggup beradaptasi dimanapun aku berada.  Kata teman yang sudah pernah ke Bandung, Lembang adalah tempat paling indah dan paling nyaman.

Eh, aku lupa!  Sebenarnya aku punya teman blogger di Bandung.  Farrel Fortunatus, namanya.  Tapi entahlah, apakah dia punya waktu untuk sekedar bertemu atau tidak.  Atau jangan-jangan dia nggak mau ketemuan berkaitan dengan reputasiku sebagai manusia seksual.  Aha ... padahal nggak sampai segitunya, kale.  Seks itu kan hal yang alami.  Tidak bisa terjadi dengan begitu saja. 

Semoga saja  dia bisa menemuiku seandainya aku jadi ke Bandung nantinya.

Kalau di Jogyakarta, aku sudah sering.  Tapi  waktu itu aku kesana dalam rangka dinas.  Jadi nggak ada waktu buat melihat-lihat tempat yang bagus, hiruk pikuknya pasar atau tempat-tempat yang bersejarah.  Harus diakui bahwa Jogyakarta  punya segudang sejarah dan tempat-tempat indah yang sakral.

Jadi sekarang aku bingung. 

Mau ke Bali, Bandung atau Jogyakarta?

SEXY BOY







ROUGH BOY (2)



“Ayo … mandi dulu!” kataku sambil menepuk-nepuk pantat telanjang Fachri.

“Eerrgghh … males, mas …” teriaknya sambil menggeliat.

“Ehhh … mandi, biar gak kecut!”

“Gendongg … maaass … gendong,” katanya sambil mengulurkan tangannya.  Gayanya bener-bener kayak anak kecil umur 5 tahun yang manja pada papanya.  Bener-bener gak nyangka aja dia berlaku seperti ini.

“Bayek Tuek!”  kataku sambil mengangkat tubuhnya yang telanjang.

Fachri menggaet leherku, kedua kakinya bergantung di pahaku.  Kami saling berciuman.  Mesra.  Kubawa dia ke bawah kran shower.  Kuputar kran dingin yang langsung mengguyur kepalanya.  Fachri langsung melompat dari gendonganku.

“Adeeemm … mas”

“Enak kan.  Seger badanmu nanti”

“Emoh. Pengen mandi air panas”

Kuputar beberapa kali kran ke arah penunjuk air panas.  Tapi air masih dingin.  Mungkin persediaan air panas sudah habis.  Haduh, dasar hotel murahan!

Beberapa saat kemudian, air hangat mengalir dari kran. 

Kami berdua segera mendekat ke bawah shower.  Kupeluk erat tubuh telanjang Fachri.  Dia mencium bibirku dengan mesra.  Kubalas ciumannya dengan gigitan panas.  Kami saling berpagut, saling bergesek dan saling mengerang.  Terasa nikmat sekali bercinta di bawah shower air hangat.

“SHITTT …” teriakku.

“Kenapa mas?”

“Aku mau keluar …” kataku sambil menjauhkan tubuhku dari tubuhnya.

“Keluarin aja sekarang”

“Gak. Aku mau keluar di ranjang aja”

“Ayooo … “


Kami berdua berlarian menuju ke ranjang dalam kondisi telanjang bulat.  Seperti dua bocah desa yang mau mandi di kolam. Kami bergumul, berpagut dan saling memuaskan diri.  Kadang Fachri diatas, kadang aku yang di atas, begitu seterusnya. 

Entah sudah berapa liter keringat kami yang keluar, tapi aku enggan mengakhiri kemesraan ini.  Aku justru merasa momen-momen yang seperti  ini adalah momen yang spesial.  Momen-momen romantis yang akan terkenang setiap saat.

“Mas … keloni aku …” katanya sambil berbaring di dadaku.  Kupeluk dia rapat-rapat, kukecup lembut dahinya.  Fachri tidur di dadaku.


*

Aku terbangun.  Entah berapa saat kami telah tertidur.  Kulihat jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.  Masih ada  waktu satu jam lagi buat kami untuk bersama.  Fachri bilang ada acara keluarga pada pukul sepuluh malam.  Itu artinya jam sembilan malam dia harus sudah kembali ke rumah.

“Fach … aku masukin ya …”
“Iya … tapi pelan-pelan”

Aku langsung menarik kedua kakinya.  Meletakkan ujung-ujung jarinya di bahuku.  Fachri mengangkang dengan lebarnya. Nampaklah belahan lubang pantatnya yang masih rapat.  God … is he still virgin?


Kusentuhkan ujung penisku pada ujung anusnya.

Fachri mengaduh pelan.  Kutenangkan dengan memberi ciuman bibir.  Fachri mengangguk.  Itu artinya dia sudah siap untuk ditusuk.  Aku menusukkan lpenisku lebih dalam.  Fachri mengaduh kesakitan.  Tangannya mencengkeram pantatku.  Itu berarti dia masih belum siap.

Kujilat dan kuhisap putting kanan dan kirinya secara bergantian.

“SShhhh ,, enak mas … yyesss …”

Mata Fachri melotot seolah merasakan kenikmatan jilatan lidahku di putingnya.  Langsung saja  kutusukkan penisku ke dalam lubang pantatnya.

BLESSSS … sssrrtt … BLESsssss …

Berikutnya kami saling berpacu.  Fachri pintar sekali memainkan otot-otot yang ada di dalam anusnya.  Penisku berasa seperti diurut-urut.  Aku terus menggenjot pantatnya dalam-dalam.  Fachri menggerakkan pantatnya naik dan turun secara berirama.

“addduuuhhh aaahhh … akuuu keluaaarr sayang …”

Aku jugggaaa masss … archhh “

Kami mengejang dalam waktu yang hampir bersamaan.  Pejuhku muncrat ke dalam lubang pantat Fachri.  Pejuh Fachri juga muncrat banyak di pusarku.  Nampak putih, bergumpal dan amis.  Sepertinya dia lama tak bercinta.

“I love you, sayang”

“I love you too “